Tips Trik

Cara Menyaksikan Model Windows Di Komputer Dengan Gampang

Sekarang kian sering ditemui komputer atau laptop yang dijual beserta sistem operasi Windows di dalamnya. Orang-orang yang membeli suatu laptop pun tak perlu mengeluarkan uang komplemen untuk berbelanja DVD Windows orisinil. Apalagi, harga lisensi Windows untuk satu komputer juga tidak murah.

Karena itu, kehadiran laptop built-in Windows cukup membantu buat pelanggan. Bahkan harganya juga relatif lebih murah ketimbang membeli laptop dan Windows secara terpisah. Di sisi lain, terkadang kita lupa tidak menanyakan kepada penjual soal Windows model berapa yang telah ter-install di dalam laptop kita.

Sementara itu, stiker tanda bahwa laptop tersebut telah terinstall Windows, biasanya ditempel di bagian bawah laptop, sudah mengelupas tulisannya. Sekadar gosip, model yaitu perumpamaan yang digunakan Microsoft untuk memberi isyarat build number pembaruan dari setiap generasi Windows. Di Windows XP dan Windows 7 dulu dikenal dengan istilah Service Pack (SP).

Jadi, model bukanlah ragam jenis dari Windows mirip: Home, Profesional, atau Pro for Workstations. Microsoft mengistilahkan tiga hal tersebut sebagai “edisi” dari suatu Windows.

Meski begitu, antara versi dan edisi memang ada kaitannya. Kembali ke masalah mencari tahu model Windows, kau tak perlu resah bila menghadapi suasana lupa model Windows. Sebab, Carisinyal telah merencanakan langkah gampang untuk mencari informasi wacana versi Windows yang ter-install di suatu komputer desktop atau laptop di artikel ini. Namun sebelum ke sana mari kita tengok dulu sejarah kedatangan Windows secara singkat.

Sejarah Singkat Windows

Kamu mungkin tak pernah mencicipi seperti apa pengalaman memakai komputer pada periode 1970-an. Namun, kau tentu pernah mengutak-atik BIOS untuk melakukan pengaturan tertentu. Kira-kira mirip itulah rasanya menggunakan komputer zaman dahulu, mirip BIOS: text based.

Makanya pengguna komputer zaman dahulu tak kenal beberapa unsur mirip drag and drop, klik next, next, next, dan finish, sampai copy-paste. Sistem operasi DOS yang dipakai zaman dahulu memang belum mengenal penampilan berbasis visual. Baru pada 1980-an metode operasi berbasis visual bermunculan.

Salah satunya adalah Windows 1.0 yang dirilis ke publik pada 1985. Namun, status Windows 1.0 dikala itu masih merupakan antarmuka yang mempercantik MS-DOS (Microsoft Disk Operating System). Beberapa acara mirip kalkulator, kalender, control panel, dan paint, dirancang berbasiskan Windows 1.0. Yakni dengan tampilan jendela-jendela kecil yang belum mampu diluaskan sampai fullscreen.

Pengembangan berlanjut dengan diluncurkannya Windows 2.0 (1987). Kali ini sebuah tampilan acara telah mampu di-minimize dan maximize. Selain itu, pengguna telah mampu membuka lebih dari satu acara (multitasking) alasannya adalah Windows 2.0 telah mengenal virtual memory. Pemasangan aplikasi pihak ketiga juga telah bisa di sini. Termasuk memasang aplikasi Microsoft yang dulunya cuma mampu ditemui di komputer Apple: Excel dan Word.

Windows 3.0 pun keluar pada 1990 dan menjadi titik awal kesuksesan Microsoft. Windows ini adalah generasi pertama yang memerlukan hard disk sebagai media penyimpanan, mendukung warna sampai 256 jenis, dan dilengkapi gim Solitaire. Ada juga pemutar lagu dan video Windows Media Player

Dua tahun berselang lahirlah Windows 3.1 sebagai penyempurna. Ini yaitu Windows pertama yang diandalkan sebagai platform penerbitan sebab adanya TrueType font buatan Apple. Saat kurun internet bergejolak pada 1995, Microsoft merespons dengan Windows 95. Inilah Windows pertama yang punya tombol Start di pojok kiri bawah, mendukung aplikasi berbasis 32 bit, dan punya browser Internet Explorer.

Windows 95 juga dikenal fleksibel alasannya adalah komputer jadi lebih gampang dipasangkan dengan banyak sekali perangkat (plug and play). Ketika Windows 98 meluncur, fitur hibernate hadir. Komputer yang berjalan di Windows ini pun mulai dikenalkan dengan port USB.

Dualisme Kernel

Jauh sebelum punya Windows 1.0, Microsoft ialah penyuplai tata cara operasi (MS DOS) buat perusahaan pembuat komputer korporat. IBM ialah salah satu perusahaan yang jadi partner Microsoft. Namun IBM ingin komputernya punya tata cara operasi yang berlawanan dari partner-partner Microsoft yang lain.

Baca juga:Inilah 3 Cara Download Windows 10 Secara Gratis 5 Cara Menghentikan Update Windows 10 dengan Mudah Cara Melihat Product Key di Windows 10 Tanpa Ribet

Maka pada 1985 terjalinlah kolaborasi kedua belah pihak untuk menggarap tata cara operasi khusus bernama OS/2 untuk PC IBM. Hanya saja, kolaborasi ini usai pada 1990 sebab perbedaan visi. OS/2 karenanya dilanjutkan sendiri oleh IBM, sedangkan Microsoft mengganti nama OS/2 dengan Windows NT 3.1 (meluncur 1993).

Windows NT 3.1 ini punya arsitektur yang berlawanan dari Windows 1.0 dan para penerusnya. Windows NT menggunakan kernel NT yang sifatnya bibit unggul (kompatibel dengan banyak arsitektur software dan prosesor). Sedangkan Windows 1.0 dan para penerusnya (hingga Windows ME) berbasis kernel monolitik MS DOS.

Sejak 1993, fokus Windows terbagi menjadi dua, menawarkan metode operasi buat komputer korporat dan komputer rumahan. Hanya, tata cara operasi keluarga MS DOS mengalami kegagalan sesudah kedatangan Windows ME (timbul pada 2000). Pasalnya, pengguna mendapati bug yang begitu banyak.

Sementara itu, pada tahun yang serupa, Windows 2000 (generasi kelima keluarga NT) tampil stabil. Hanya saja, selaku metode operasi korporat, Windows 2000 tak memiliki dukungan driver perangkat sebanyak Windows Me dan para kakaknya. Dualisme kernel NT dan MS DOS berakhir dengan kehadiran Windows XP pada 2001.

Windows XP, Vista, 7, 8, 8.1 dan 10

Microsoft menggabungkan dua keunggulan yang ada dua lini produk sebelumnya. Yakni kernel yang stabil dan bantuan driver aneka macam perangkat. Hal ini membuat Windows XP nyaman buat pengguna rumahan dan kantoran. Mulai Windows XP, Microsoft memperkenalkan dua tipe tata cara operasi: 32 bit dan 64 bit. Penggunaan kernel NT pada Windows XP pun berlanjut pada Windows Vista, 8, 8.1, dan terbaru Windows 10.

Saat Windows Vista meluncur pada Desember 2006, perombakan besar-besaran terjadi. Terutama soal tampilan yang lebih intuitif berkat antarmuka Windows Aero dan beragam widget-nya. Hanya, tak sedikit orang mengeluh karena Windows Vista membuatkomputer lelet dan mudah hang. Aplikasi yang umum digunakan di Windows XP pun tidak semua bisa dilaksanakan.

Masalah itu berhasil dituntaskan Microsoft dengan kedatangan Windows 7 pada 2009. Windows 7 didesain ringan, stabil, dan menjaga transparansi Windows Aero yang indah. Tiga tahun setelah kedatangan Windows 7, Microsoft memperkenalkan antarmuka Metro pada Windows 8.

Sebetulnya Windows 8 punya penampilan yang lebih baiklah dibandingkan dengan Windows 7, mirip booting yang 15 detik lebih cepat. Hanya saja, antarmuka ikon kotak-kotak ala Metro tidak diminati oleh sebagian besar pengguna. Orang-orang berpikiran Windows 8 lebih cocok buat tablet, bukan laptop. Apalagi tombol Start di pojok kiri bawah lenyap.

Alhasil tombol Start kembali timbul di Windows 8.1, meskipun tetap tidak membuatorang familier sebab setelah dipencet tetap ikon kotak-kotak yang keluar. Bukan gugusan acara yang ditata secara vertikal layaknya Windows 7, Vista, dan XP. Alhasil Windows 10 timbul untuk mengembalikan fungsi tombol Start mirip semula. Walau begitu, ikon kotak-kotak tetap ada sebagai alternatif susukan cepat dari sebuah acara.

Macam-macam Edisi pada Windows

Pada awal pembahasan sudah sedikit disinggung mengenai edisi dalam generasi Windows. Secara sederhana, edisi ialah varian yang diluncurkan untuk menyasar segmen tertentu. Dalam Windows 10 misalnya, ada enam edisi yang diluncurkan.

Enam edisi itu ialah Home, Pro, Pro Education, Education, Pro for Workstations, dan Enterprise. Meski ada enam, hanya tiga yang dijual secara bebas di toko-toko. Tiga edisi itu yaitu Home, Pro, dan Pro for Workstations. Sementara tiga edisi lain dijual untuk organisasi atau instansi. Mari kita diskusikan satu per satu secara ringkas.

1. Home

Windows 10 Home ialah varian termurah dari Windows 10. Harganya di pasaran sekitar 139 dolar AS. Edisi ini didesain untuk PC, tablet, dan laptop 2-in-1 dan menyediakan seluruh fitur untuk pengguna rumahan. Windows 10 Home tersedia di tipe 32 atau 64 bit.

Karena menyasar pengguna di rumah, fitur yang diberikan pun persyaratan dan tidak neko-neko. Kontrol yang diberikan juga tidak bebas. Misalnya, edisi ini tidak mampu mematikan fitur update otomatis. Akses ke Group Policy seperti edisi lain juga tidak mampu. Meski begitu, hardware yang dibutuhkan juga tidak butuhspesifikasi terlalu tinggi.

Dalam situs resmi Microsoft dijelaskan bahwa untuk mampu menginstall Windows edisi ini, diperlukan komputer dengan prosesor minimum 1 GHz, RAM minimum 1 GB (32 bit) dan 2 GB untuk tipe 64 bit. Kapasitas minimum hardisk yang dibutuhkan juga hanya 20 GB.

2. Professional

Seluruh fitur di Windows Home ada di edisi Pro. Namun, ada beberapa penambahan fitur yang ditujukan untuk kepentingan bisnis dan profesional. Misalnya, fitur enkripsi folder atau file “Bitlocker”.

Ada juga kemampuan menciptakan mesin virtual untuk kebutuhan server melalui fitur “Hyper V”, khusus di tipe 64 bit. Fitur lain yang bisa diberikan di Windows 10 Pro yakni derma RAM hingga 2 TB di tipe 64 bit. Bisa juga dipasangi dua prosesor dengan maksimum 128 core. Di Pasaran, Windows 10 Pro dihargai sekitar 199,9 dolar AS

4. Enterprise

Apa yang ada di Windows 10 Pro hadir dalam edisi Enterprise. Hanya, Microsoft menyertakan beberapa fitur berbasis IT untuk membantu sebuah instansi atau perusahaan. Salah satu fitur yang ada di edisi Enterprise namun tidak ada di edisi Pro yaitu AppLocker. Fitur ini menciptakan eksekutif dari komputer membuat daftar putih apa saja aplikasi yang boleh dijalankan, dan daftar hitam aplikasi yang dihentikan.

Karena didedikasikan untuk instansi atau perusahaan, pemasaran Windows edisi ini dijalankan dengan partai besar. Windows 10 Enterprise tersedia dalam 32 dan 64 bit. Namun, untuk 32 bit, RAM maksimum yang mampu dipasang yaitu 4 GB. Sementara tipe 64 bit mendukung hingga 6 TB. Bisa juga dipasangi 4 prosesor dengan optimal 256 core. Harga lisensi tunggal untuk Windows 10 edisi ini sekitar 309 dolar AS.

5. Pro for Workstations

Windows 10 edisi ini dijual secara retail, melalui pihak ketiga (OEM), dan partai besar. Secara sumbangan, edisi Pro for Workstations mirip dengan Enterprise. Hanya, beberapa profesional fitur tidak disertakan, contohnya AppLocker. Windows edisi ini lazimnya dipakai oleh komputer-komputer server.

6. Education

Windows 10 edisi Education pada dasarnya yaitu varian dari edisi Enterprise. Namun, ada kustomisasi biar pemakai mampu diatur oleh instansi pendidikan induk. Fitur-fitur yang tidak dibutuhkan juga dihilangkan. Seperti tidak mendukung memori RAM bertipe NVDIMM dan Remote Direct Memory Access.

Produk ini dijual melalui partai besar (Volume Licencing), tersedia dalam tipe 32 dan 64 bit. Mampu disandingkan dengan komputer dua prosesor dengan core optimal 128, dan RAM paling banyak 2 TB untuk tipe 64 bit.

7. Pro Education

*

Awalnya, edisi ini adalah Windows 10 Pro biasa yang dijual melalui OEM dengan nama produk lisensi akademik K-12. Namun, sesudah versi 1607 dari Windows 10 Pro muncul, namanya berganti menjadi Windows 10 Pro Education.

Edisi ini ditujukan untuk pengelolaan sekolah atau universitas dan mampu didapatkan dengan pembelian Academic Volume Licensing. Konfigurasi hardware maksimum yang bisa disokong di model ini sama dengan edisi Education.

Cara Mengetahui Versi Windows

Apa kau telah tak sabar mengenali caranya? Baiklah, ada dua cara yang bisa kamu coba. Yakni lewat tombol variasi dan melalui File Explorer. Berikut langkah-langkahnya:

Cek Versi Windows via Tombol Kombinasi

  • Nyalakan komputermu sampai di penampilan awal home.
  • Tekan tombol Windows + R secara bersamaan.
  • Setelah timbul kolom “Run” ketik “winver”, kemudian tekan enter.
  • Seketika akan muncul model Windows beserta build number-nya.

Cek Versi Windows via File Explorer

  • Dari performa awal home, tekan tombol Windows + E secara serempak.
  • Arahkan kursor ke ikon “This PC” dan klik kanan. Arahkan ke section “Properties” yang terletak di paling bawah.
  • Kini kamu bisa mengenali model dan tipe Windows yang ter-install.

Demikian penjelasan perihal definisi model, tipe, dan edisi pada Windows, serta bimbingan untuk mengetahuinya. Dengan mengetahui model Windows, kita akan tahu apakah versi yang terpasang ini sudah ketinggalan atau belum. Tentu jika tahu bahwa versinya telah ketinggalan, kita akan mawas diri untuk secepatnya melakukan update semoga keamanannya terjamin.

Sementara dengan mengenali edisi dan tipe Windows, kita bisa memahami hukum tertentu mengenai fitur, pinjaman hardware dan software yang bisa dipasang di komputer. Misalnya, bila telah tahu bahwa Windows yang ter-install bertipe 32 bit, maka memori RAM maksimum yang bisa dipasang cuma 4 GB.

Tag: Windows 10

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Untuk Melihat Konten nya Silahkan Nyalakan Dulu Javascript Dibrowser kamu atau gunakan chrome/Fire Fox Untuk Mengkases Situs Ini