Aksesoris

Inilah 5 Perbedaan Sandisk Extreme Dan Extreme Pro

Seorang atlet e-Sport dan videografer ternyata bisa mempunyai problem yang sama. Meskipun begitu, pekerjaan mereka pastinya berbeda. Problem yang mereka rasakan ialah performa melempem di masing-masing perangkat.

Atlet eSport mungkin saja mengeluh gim yang beliau mainkan kadang mengalami drop fps, padahal smartphone yang digunakan kelas atas (flagship). Sedangkan sang videografer merasa video 4K yang dia rekam dengan kamera mirrorless senantiasa saja menghasilkan performa patah-patah. Bisa jadi, duduk perkara yang mereka hadapi berkenaan dengan microSD.

Mereka pun berasumsi bahwa microSD yang terpasang di masing-masing gawai tak mampu mengakomodasi pekerjaan dengan baik. Si atlet eSport menduga, kesanggupan ponsel menurun akhir microSD lamban menyediakan sebagian file game yang tersimpan di dalamnya.

Sementara itu, sang videografer meyakini bahwa kecepatan tulis dari microSD yang ia pasang kurang kencang bila diajak untuk merekam video beresolusi 4K. Sejurus lalu, terbersit pikiran untuk mengganti microSD. Dari sekian merek yang ada, terpilihlah Sandisk yang namanya cukup terpercaya. Sebab, produsen memori flash satu ini telah bangkit semenjak 1988.

Masalah ternyata tidak tamat di keputusan memilih merek. Pasalnya, Sandisk punya dua microSD di kasta tertinggi, yakni Extreme dan Extreme Pro. Kalau menyaksikan dari nama, sepertinya yang punya komplemen Pro terlihat lebih elok. Akan tetapi, benarkah mirip itu?

Untuk mengungkap hal tersebut, kali ini carisinyal akan membedah perbedaan kedua jenis microSD. Namun, sebelum ke sana, ada baiknya membabar aneka macam perumpamaan yang tercetak di suatu microSD. Dengan mengetahuinya, kita akan tahu mana memori terbaik untuk dijadikan media penyimpanan di sebuah gawai.

Istilah-ungkapan yang Sering Ditemukan di MicroSD

*

Fisik microSD cukup ramai dengan banyak sekali tulisan sebagaimana yang didapatkan di toko-toko atau ilustrasi gambar di atas. Selain merek dan nama produk, ada berbagai ungkapan dengan kependekan huruf yang mayoritas merujuk pada kecepatan. Berikut ini Carisinyal mencoba menerangkan secara singkat apa makna di balik perumpamaan-perumpamaan tersebut.

  • C (Class)

Huruf C umumnya dicetak putih dengan angka 2, 4, 6, dan 10 di dalamnya. Namun, secara umum dikuasai perangkat ketika ini minimal memakai dengan C yang ada angka 10-nya. C ini ialah kependekan dari Speed Class (kelas kecepatan).

Dalam hal ini, kelas kecepatan yang dimaksud ialah minimum sequential writing speed, alias kecepatan minimum untuk menuliskan suatu file berukuran besar secara berurutan. MicroSD dengan kelas 10, mempunyai arti punya kecepatan tulis minimum 10 MB/detik.

  • U (UHS)

U merujuk pada UHS (Ultra High Speed). Di dalam aksara U umumnya ada angka 1, 2, dan 3. U ini menerangkan kecepatan transfer data minimum. Sebenarnya UHS yaitu perumpamaan baru dan nyaris sama dengan C. Bedanya UHS diukur berdasarkan profil pin colokan (bus) di perangkat teranyar.

Sedangkan C yakni kecepatan yang diukur dengan persyaratan perangkat lama. Adapun microSD bertuliskan U1 berarti kecepatan tulis minimumnya 10 MB/detik, U2 ada di angka 20 MB/detik, dan U3 meraih 30 MB/detik.

  • V (Video Write Speed)

Pengukuran kecepatan tulis video juga hal yang gres untuk microSD. Namun, kehadiran model pengukuran ini sangat berkaitan, utamanya alasannya adalah kini semakin banyak content creator. MicroSD terdahulu biasanya tercetak lambang V10 yang artinya bisa menulis video dengan kecepatan 10 MB/detik. Sedangkan microSD keluaran gres banyak yang sudah V30 atau punya kecepatan tulis video 30 MB/detik.

  • A (Application Class)

Sejumlah pihak menuding microSD sebagai penyebab penurunan penampilan dari suatu ponsel. Khususnya jika sebagian file aplikasi, baik itu gim atau aplikasi lain, tersimpan di dalam microSD. Alhasil, beberapa jenama ponsel memilih tak lagi memberi slot microSD pada produknya,

Baca juga:Inilah Perbedaan Memori Sekolah Dasar Card, Mini Sekolah Dasar, dan Micro SD 10 Merk MicroSD Terbaik untuk Android, Kamera, & Drone 2021 Ini Dia 8 Cara Mengatasi Sekolah Dasar Card yang Tidak Bisa Diformat

Produsen microSD pun memberi tanggapan dengan menimbulkan tolok ukur pengukuran kecepatan, ketika suatu microSD digunakan sebagai media penyimpanan aplikasi. Standar yang ada dikala ini ada dua, yaitu A1 dan A2.

Keduanya diukur dengan satuan IOPS (Input Output per Second). Kinerja microSD A1 adalah 1500 baca kali baca, 500 tulis IOPS. Sedangkan A2 bisa 4000 kali baca dan 2000 kali penulisan per detik. Baik A1 dan A2 punya kecepatan tulis sekurang-kurangnya10 MB/detik.

  • Kecepatan Baca

Ada angka besar yang tertulis dengan satuan MB/s di bagian depan Sekolah Dasar Card, miniSD, atau pun microSD. Ada yang bertuliskan 48 MB/s, 90 MB/s, 170 MB/s, dan lain sebagainya. Angka itu merupakan kecepatan baca (megabyte per detik) yang dimiliki si memori.

Jenis kecepatan yang satu ini berpengaruh dikala sebuah perangkat mencoba mengakses data yang ada di dalam microSD untuk diproses. Kecepatan baca mampu diumpamakan dengan parit. Jika diameter parit lebar, maka volume pedoman air yang keluar bisa makin besar.

  • SDSC, SDHC, SDXC, dan SDUC

SDSC, SDHC, SDXC, dan SDUC bekerjsama bukan sekadar perumpamaan untuk membedakan rentang kapasitas memori yang dimiliki. Pasalnya, keempat perumpamaan tersebut juga ialah jenis kartu Sekolah Dasar (Secure Digital) dengan perbedaan pin colokan (bus). Pin colokan itu tentu saja akan kuat pada kecepatan yang bisa dicapai oleh memori.

Selain itu ada pula perbedaan format penyimpanan file di antara keempatnya. SDSC (Secure Digital Standard Capacity) atau mampu disebut Sekolah Dasar saja, ialah penyempurnaan dari MMC (MultiMedia Card). Kartu SD menggunakan format penyimpanan FAT 16, dan paling besar berkapasitas 2 GB.

Sedangkan SDHC (Secure Digital High Capacity) umumnya berkapasitas 4-32 GB, dengan format penyimpanan FAT 32. Di jenis SDHC ini mulai dikenalkan UHS bus I yang mampu menyediakan jalur kecepatan 50-104 MB/detik.  Kemudian, SDXC (Secure Digital eXtended Capacity) lazimnya berukuran 32 GB – 2 TB, dengan format penyimpanan FAT 32 atau exFAT.

Terbaru ada SDUC (Secure Digital Ultra Capacity) yang kapasitasnya di atas 2 TB hingga 128 TB. Jenis memori yang memakai format penyimpanan exFAT ini mampu menawarkan kecepatan sampai 985 MB/detik.

Perbedaan MicroSD Sandisk Extreme dan Extreme Pro

Sudah jelaskan apa saja perumpamaan-ungkapan yang umumnya ada di sebuah microSD. Kini saatnya melihat apa sih yang menjadi perbedaan di antara Sandisk Extreme dan Sandisk Extreme Pro. Berikut rinciannya:

1. Kecepatan

Baik Extreme dan Extreme Pro sama-sama punya seri yang berlabel U3, A2, dan V30. Makara, apakah kedua microSD ini punya kecepatan yang sama? Tentu saja tidak. Kedua memori ternyata punya kecepatan maksimum yang beda, baik menulis atau membaca.

Menurut fotografer profesional, Tom Shu, di situs Wit and Folly, Sandisk Extreme Pro senantiasa lebih cepat dibandingkan dengan saudaranya. Extreme Pro punya kecepatan baca maksimum 170 MB/detik dengan kecepatan tulis maksimum 90 MB/detik. Sedangkan Extreme 150 MB/detik untuk kecepatan baca maksimumnya, dan 70 MB buat kecepatan tulis maksimumnya.

Sebagian besar fotografer dan videografer merasa Sandisk Extreme telah cukup untuk kebutuhannya. Namun, untuk pembuat film dengan resolusi 4K condong menggunakan Sandisk Extreme Pro. Hanya saja, kata Tom Shu, tidak semua kamera kompatibel dengan Sandisk Extreme Pro untuk saat ini.

2. Kapasitas

Kedua memori sama-sama dijual mulai dari kapasitas 32 GB. Namun, Sandisk Extreme Pro punya varian lebih banyak alasannya ada yang sampai 1 TB. Sementara itu, Sandisk Extreme paling mentok berkapasitas 256 GB.

Bisa dibayangkan, kalau menjepret foto beresolusi 16 MP dengan format RAW, maka microSD berukuran 32 GB hanya akan mampu menampung 572 gambar. Satu gambar beresolusi 16 MP ukurannya mampu sampai 48 MB. Sementara itu, microSD berskala 64 GB cuma mampu menampung video 20 menit jika resolusinya yakni 4K.

3. Ketahanan

Seorang fotografer dan videografer pasti akan sering menghadapi aneka macam macam kondisi cuaca ketika mengabadikan momen di luar ruangan. Beruntung baik Sandisk Extreme maupun Extreme Pro terjamin keandalannya. Sebab, keduanya anti air, tahan guncangan, tahan terhadap terpaan radiasi sinar X.

Bahkan, kedua memori tahan dipakai pada suhu -25 sampai 85 derajat celcius. Terlepas dari aspek ketahanan tersebut, keduanya memiliki garansi seumur hidup. Demikian menurut fotografer profesional, Tom Shu

4. Kemasan

Poin ini bekerjsama tidak terlalu penting, tetapi tidak ada salahnya dibicarakan. Kemasan Sandisk Extreme sama dengan kartu memori Sandisk lain pada umumnya. Hanya selembar kertas karton yang dibagian depannya di-press dengan mika. Sedangkan Sandisk Extreme Pro terlihat lebih mahal karena kemasannya berupa kardus persegi panjang dengan mika di bab depan.

5. Harga

Tak usah ditanya lagi soal harga. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, Sandisk Extreme Pro tentu sudah terang punya harga lebih tinggi daripada Sandisk Extreme. Hanya, yang perlu dikenali adalah selisih harganya di kapasitas serupa.

Misalnya kita ambil teladan kapasitas 128 GB. Dari pantauan Carisinyal di beberapa toko online, Sandisk Extreme Pro dengan kapasitas 128 GB dijual dengan harga berkisar Rp500 ribu. Sedangkan Sandisk Extreme Pro dijual dengan harga sekitar Rp1.1 juta sehingga bisa disimpulkan bahwa harga Sandisk Extreme Pro dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan Sandisk Extreme.

Demikian ulasan perihal perbedaan antara Sandisk Extreme dan Extreme Pro. Artikel ini dibentuk semoga kau yang sedang membutuhkan media penyimpanan berkecepatan tinggi dapat menentukan memori terbaik. Yakni dengan memperhatikan spesifikasi dan harga.

Sandisk Extreme Pro tentu saja mempunyai seluruh spesifikasi tertinggi dari suatu microSD. Namun, bisa jadi Sandisk Extreme adalah pilihan terbaik karena harganya yang lebih terjangkau dan spesifikasinya sudah lebih dari cukup.

Tag: SD Card

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Untuk Melihat Konten nya Silahkan Nyalakan Dulu Javascript Dibrowser kamu atau gunakan chrome/Fire Fox Untuk Mengkases Situs Ini